BAB II

ISI

2.1  Federalisme di Amerika Serikat

Definisi fedealisme memang agak sukar untuk dikemukakan menurut pendapat C.F Strong seperti dikutip Miriam Budiarjo mengemukakan, bahwa ciri Negara federal ialah bahwa ia mencoba menyesuaikan dua konsep yang sebenarnya bertentengan, yaitu kedaulatan Negara federal dalam keseluruhannya dan kedauatan Negara-negara bagian. Penyelenggaraa kedaulatan ke luar dari Negara-negara bagian diserahkan kepada pemerintahan federal, sedangkan kedaulaan di dalam di batasi.

K.C. Where dalam bukunya “Federal Government” menyebutkan prinsip dari Negara federal ialah, bahwa kekuasaan dibagi sedemikian rupa sehingga pemerintah federal dan pemerintah Negara bagian dalam bidang-bidang tertentu adalah satu sama lain. Misalnya dalam soal hubungan luar  negeri dan soal mencetak uang, pemerintah federal sama sekali bebas dari campur tangan pemerintah Negara bagian ; sedangkan dalam soal kebudayaan, kesehatan dan lain-lain, pemerintah Negara bagian biasanya bebas dengan tidak ada campur tangan dari pemerintah federal.

Bentuk Negara Amerika Serikat mempunyai ciri-ciri federalism yang kuat ciri tersebut antara lain :

  1. Dana kekuasaan terletak di Negara-negara bagian.
  2. Kedudukan Mahkamah Agung Federal sebagai penafsi utama dari Undang-undang dasar dalam memutuskan masalah kompetesi antara berbagai-bagai tibgkat pemerintahan.

Dengan demikian dinaggap bentuk federalisme sempurna, karena pembagian kekuasaan menurut tingkatannya. Acuan yang Nampak sesuai dengan pembagian kekuasaan menurut Trias Politika (Montesquieu) pembagian kekuasaan tersebut berdasarkan Trias Politika dimaksudkan untuk membatasi lagi kekuasaan pemerintah federal terutama dalam hubungannya dengan badan legislatif dan badan yudikatif.

Sifat federalism juga Nampak pada susunan badan legslatif (congress) yang terdiri dari dua Majelis :

  1. Hose of Representatives.
  2. Senat.

Untuk senat adalah dimana semua Negara-negara bagian mendapat perwakilan yang sama sangat berkuasa, dan bahkn lebih berkuasa dari House of representatife. Wewenang senat untuk menyetujui perjanjian international dan pengangkatan penting seperti hakim agung dan duta besar. Anggota senat menduduki dan memangku jabatan selama 6 (enam) tahun, sedankan masa jabatan House of Representative adalah 2 (dua) tahun.

Undang-udang Dasar menetapkan suatu pengadilan federal yang berhak mengadili semua persoalan konstitusional. Mahkamah Agung(MA) Federal merupakan pengadilan tertinggi untuk menyeleeikan persoalan konstitusional. Pada kenyataan di Amerika Serikat kedudukan Makamah Agung selain penafsir utama Undang-undang dasar kedudukanny juga lebih kuat daripada bdan legislative ataupun badan eksekutif.

2.2  System dua majelis pada Badan Legislatif

Di Amerika Serikat mengenal system dua majelis (bi-kameralisme), umumnya dipakai pada Negara federasi dimana satu diantara dua majelis tersebut mewakili kepentingan Negara bagian.Karena USA memakai system dua majelis pada badan legislative di negaranya tentunya dari dua buah majelis tersebut majelis rendah (Lower House) dan majelis tinggi (upper House atau senat).

Anggota Majelis tinggi keduduksn dan jabatannya berdasarkan dipilih,atau disebut senat,jumlah anggota 100(2 orang dari setiap Negara bagian)yang dipilih langsung dalam pemilihan umum dengan masa jabatan 6 tahun.Wewenangnya jauh lebih besar daripada majelis rendah atau (House of representatif).Setiap perjanjian penting internasional,pengangkatan menteri-menteri Negara,duta besar,hakim agung haruslah disetujui oleh senat.Mereka yang duduk di senat biasanya sebagai batu loncatan untuk menduduki jabatan presiden.Sedangkan Majelis rendah (house of refresentatif) jumlahnya kira-kira 435 orang dengan masa jabatan 2 tahun.

2.3  Sistem Pemilihan anggota  Legislatif

Sistem yang digunakan di amerika serikat untuk memilih wakil-wakil Negara bagian yang bekal duduk di badan legislative disebut dengan sistem distrik atau satu daerah pemilihan memilih satu wqkil. Sisitem distrik tersebut merupakan system pemilihan yang  sudah lama didassarkan atas kesatuan geografis, setiap distrik atau wilayah distrik sekalipun akan mempunyai wakilnnya dalam dewan perwakilan rakyat.denngan system distrik tersebut keperluan Negara mengisi anggota legislative, maka Negara dibagi dalam sejumlah besar distrik dan jumlah wakil rakyat dalam dewan perwakilan rakyat

Dalam hal percalonan anggota legistatif atau dewan perwakilan rakyat yang bekal di duduki,, maka  calon yamg dalam satu distrik memperoleh suara yang terbanyak akan mendapat kemenangan, sedangkan suara-suara yang ditunjukankepada calon-calon lain dalam distrik itu dianggap hilang dan tidak diperhitungkan lagi. Bagaimana terdapat selisih, dengan demikian tidak ada system meneghitung suara lebih.

Sisitem distrik juga mempunyai kelebihan dari segi positifnnya mendorong kearah integrasi partai-partai politik karena kursi yan di perebutkan dalam setiap distrik hanya satu, sehingga kemungkinan membentuk partai baru

2.4  Badan eksekutif dan system Presidensil di Amerika Serikat

Di dalam Negara demokratis badan eksekutif biasanya terdiri dari kepala Negara seperti raja ataupun presiden beserta menteri-menterinya.Badan eksekutif dalam arti luas mencakup para pegawai negeri sipil dan militer.Pada system Presidensil menteri-menteri merupakan pembantu presiden dan langsung dipimpin olehnya berbeda dengan system parlementer dimana menteri-menteri dipimpin langsung oleh seorang menteri.

Jumlah anggota badan eksekutif jauh lebih kecil jumlahnya dibandingkan dengan jumlah badan legislative,biasanya berkisar anatra 20 atau 30 orang saja,sedangkan jumlah badan eksekutif bisa mencapai ribuan jumlahnya.

Tugas badan eksekutif menurut tafsiran asas trias-politika hanyalah melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh badan-badan legislative serta menyelenggarakan undang-undang yang telah dibuat oleh badan legislative,namun ruangb gerak badan eksekutif lebih luas dan lebih leluasa.

Untuk Amerika serikat yang menganut system presidensiil pada badan eksekutifnya,maka badan eksekutif terdiri dari presiden beserta para menteri-menterinya,presiden disebut juga dengan “Chief executive” secara formil.

2.5   Memilh pemilih dan politik kelompok pemilih

Dalam klasifikasi partai,Amerika serikat mengenal system dwi-partai.Partai politik yang populer di Amerika serikat adalah partai Republic dan partai Demokrat.Setiap Negara bagian mempunyai jumlah elector (pemilih) yang sama dengan jumlah senator dan anggota DPR nya selain mempunyai dua orang senator setiapnegara bagian dibagi dalam distrik-distrik kongres (Congressional district) yang nmencakup sekitar 520.000 orang.

Pada setiap distrik kongres diwakili oleh satu orang di DPR (house of refresentatif).Negara bagian yang penduduknya sedikit mempunyai tiga suara elector (dua senator dan satu orang anggota house of refresentatif),misalnya Negara bagian yang terkecil di Amerika serikat seperti Utah dan Alaska.

Sedangkan wilaya Negara bagian California mempunyai jumlah distrik kongres paling banyak yakni 45 di tambah dua senator berarti mempunyai 47 calon suara elector. Untuk distrik kolumbia suatu daeah geografis khusus terletak di Washington ibukota nasional mempunyai seorang anggota DPR, tanpa hak suara,namun mempunyai senator.

Dalam hal persiapan pemiliha presiden, sebelumnya kedua partai yakni partai republic dan partai democrat di setiap Negara bagian dan didistrik of Columbia memlih suatu daftar elector. Apabila calon presiden dari partai republic menang di suatu Negara bagian, maka daftar yang disusun oleh partai republic-lah yang menjadi daftar elector untuk Negara bagian itu. Sebagai anggota partai yang loyal, maka seluruh daftar itu memberikan suaranya kepada calon presiden dari partai republic, hal ini dinamakan dengan system winner take all (yang menang mendapat semuanya).

Presiden dan wakil presiden diambil sumpahnya dan mulai jabatannya pada tanggal yang ditentukan dan berlaku sepanjang pemerintahan Amerika serikat 20 januari sesudah mereka terpilih. Sebagai contoh ketika pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1992, bulan Nopember dilangsungkannya pemungutan suara diseluruh negara bagian Amerika Serikat.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Amerika Serikat terletak di tengah-tengah benua Amerika Utara, dibatasi oleh Kanada di sebelah utara dan Meksiko di sebelah selatan. Negara Amerika Serikat terbentang dari Samudera Atlantik di pesisir timur hingga Samudera Pasifik di pesisir barat, termasuk kepulauan Hawaii di lautan Pasifik, negara bagian Alaska di ujung utara benua Amerika, dan beberapa teritori lainnya.

Penetap pertama wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat berasal dari Asia sekitar 15.000 tahun yang lalu. Mereka menyeberangi jembatan darat Bering ke Alaska.  Selanjutnya, penduduk asli Amerika bermukim di wilayah tersebut selama ribuan tahun. Pada tahun 1492, Christopher Columbus berhasil mencapai Amerika. Orang-orang Inggris lalu bermukim di Jamestown, Virginia pada tahun 1607. Permukiman ini dianggap sebagai permukiman pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya, Amerika Serikat terus didatangi oleh orang-orang Inggris. Orang Perancis, Spanyol, dan Belanda juga bermukim di sebagian Amerika Serikat. Perkembangan koloni-koloni Inggris berakhir tidak baik bagi penduduk asli Amerika, karena banyak dari mereka yang tewas akibat penyakit, dan mereka kehilangan negeri mereka.

Amerika Serikat terbentuk dari 13 bekas koloni Inggris selepas Revolusi Amerika setelah deklarasi kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1776. Perang ini dimulai karena kolonis merasa diperlakukan tidak adil oleh Inggris.

Setelah Revolusi, Amerika Serikat menghadapi banyak masalah, seperti perbudakan. Pada tahun 1800-an, AS memperoleh banyak wilayah dan mulai terindustralisasi. Dari tahun 1861 hingga 1865, Perang Saudara Amerika berkecamuk antara Utara dengan Selatan. Perang ini diakibatkan karena sengketa mengenai hak-hak negara bagian, perbudakan, dan masa depan Amerika Serikat. Beberapa negara bagian di Selatan meninggalkan Amerika Serikat dan mendirikan Konfederasi.

Utara memenangkan perang, dan negara-negara yang telah meninggalkan perserikatan kembali ke Amerika Serikat. Negara ini lalu melalui masa rekonstruksi. Pada akhir 1800-an, banyak orang Eropa datang ke Amerika Serikat dan bekerja di pabrik besar. Pada awal abad ke-20, AS menjadi kekuatan dunia. Ekonominya merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Negara ini juga terlibat dalam Perang Dunia I dan II.

Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dingin dengan Uni Soviet. Selama Perang Dingin, pemerintah banyak menghabiskan dana untuk pertahanan. AS terlibat dalam Perang Korea dan Vietnam, dan juga mengirimkan Neil Armstrong dan orang-orang Amerika lain ke luar angkasa. Pada tahun 1991, Uni Soviet runtuh dan perang dingin berakhir. Timur Tengah menjadi penting bagi Amerika, terutama setelah Serangan 11 September 2001. Kini, Amerika Serikat merupakan negara adidaya, tetapi masih menghadapi beberapa masalah.

 

1.2  Rumusan masalah

  1. Bagaimana bentuk system Federasi di Amerika Serikat?
  2. Bagaimana system politik di Amerika Serikat?

1.3  Tujuan Penulisan

  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Amerika
  2. Untuk mengetahui system perpolitikan di Amerika Serikat
  3. Untuk menambah wawasan tentang system perpolitikan di Amerika Serikat
  4. Untuk mengkaji lebih dalam tentang system perpolitikan di Amerika Serikat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s